Korea Utara Uji coba Rudal Balistik Antarbenua Terbesar

- 25 Maret 2022, 16:48 WIB
ILUSTRASI - PLaporan menyebutkan bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong Un ikut mengawasi uji coba rudal ICBM tipe baru.
ILUSTRASI - PLaporan menyebutkan bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong Un ikut mengawasi uji coba rudal ICBM tipe baru. /Pixabay/StockSnap/

GRESIK TODAY - Kim Jong Un bersumpah untuk Persiapkan Konfrontasi dengan AS. Pada hari Jumat mengkonfirmasi bahwa sehari sebelumnya negara mereka telah melakukan uji coba rudal balistik antarbenua jenis baru.

Di bawah perintah pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, yang berjanji untuk meningkatkan penangkal nuklirnya dan mempersiapkan konfrontasi dengan AS.

Tes hari Kamis adalah tes pertama kali Rudal Balistik Antarbenua secara penuh oleh pemerintah Korea Utara sejak 2017, yang menandai berakhirnya moratorium pengujian rudal jarak jauh. 

Rudal tersebut, dikenal dengan nama Hwasong-17, terbang lebih tinggi dan lebih lama dari uji coba rudal sebelumnya.

Rudal Hwasong 17 mampu mencapai ketinggian maksimum 6.248 kilometer dan jarak 1.090 kilometer sebelum “secara akurat mengenai area yang telah ditentukan sebelumnya di perairan terbuka” di Laut Timur, menurut Kantor Berita Pusat Korea.

Sebelumnya Rudal Balistik Hwasong-15 milik Korea Utara mencapai ketinggian sekitar 4.475 kilometer dan terbang sekitar 950 kilometer ketika diuji pada November 2017.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un secara pribadi mengawasi peluncuran, KCNA (Kantor Berita Korea Utara) mempublikasikan foto-foto Kim Jong Un, dengan mengenakan jaket kulit hitam khasnya, tersenyum dan bertepuk tangan untuk merayakan tes dengan pejabat militer, dan berjalan melintasi landasan di depan sebuah rudal besar di kendaraan Transporter Erector Launcher .

Baca Juga: Duta Besar AS untuk Jepang dan Perdana Menteri Jepang Akan Kunjungi Hiroshima

Kim Jong Un mengatakan Rudal Balistik Antarbenua yang baru akan menjalankan misi dan tugasnya sebagai pencegah perang nuklir yang kuat terhadap ancaman dan tantangan perang nuklir terhadap Korea Utara.

"Senjata strategis baru Korea Utara akan membuat seluruh dunia dengan jelas menyadari kekuatan angkatan bersenjata strategis kita sekali lagi," kata Kim Jong Un.

Kim Jong Un juga menekankan bahwa pasukan pertahanan nasional Korea Utara akan memiliki kemampuan militer dan teknis yang tangguh tidak akan terganggu oleh ancaman militer dan pemerasan dan menjaga diri mereka sepenuhnya siap untuk konfrontasi jangka panjang dengan imperialis AS.

Peluncuran senjata hari Kamis mengundang kecaman dari AS, Jepang dan Korea Selatan, karena merupakan sebuah peningkatan besar oleh Korea Utara.

Dimulainya kembali tes Rudal balistik Antarbenua memusingkan Presiden AS Joe Biden yang sedang fokus pada invasi Rusia ke Ukraina, serta tantangan bagi pemerintahan baru Korea Selatan Yoon Suk-yeol.

Presiden terpilih Korea Utara Yoon Suk-yeol pada hari Jumat memperingatkan Pyongyang bahwa Korea Utara tidak akan mendapatkan apapun dari provokasi mereka dan Seoul akan menjaga kebebasan dan perdamaian dengan membangun postur keamanan yang lebih kuat.

Setelah peluncuran, AS memberlakukan sanksi baru kepada lima entitas di Rusia dan Korea Utara pada hari Kamis, kelima entitas tersebut dituduh “mentransfer barang-barang sensitif ke program rudal Korea Utara,” menurut Departemen Luar Negeri AS.Sumber : www.koreaherald.com***

Editor: Ade Irwansah

Sumber: koreaherald.com


Tags

Artikel Rekomendasi

Terkini